Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, aku selalu dengan Azizah.Kemana pun aku pergi dia selalu bersamaku. Menurutku dia itu baik. Dia selalu bercerita tentang masa kecilnya hingga sekarang. tapi aku enggan menanyakan kenapa dia pindah ke SMA ku ini, padahal sekolahnya yang dulu itu lebih bagus. Mungkin karena ikut orangtuanya kerja di Tasikmalaya jadi dia pindah. Terus dia juga anak berprestasi , dia pernah bilang bahwa dirinya pernah mengikuti olimpiade sains , dan dia mendapatkan juara 1. Aku merasa beruntung mempunyai teman baru sepintar dia. Aku punya banyak teman yang pintar-pintar, namun ku tak terlalu dekat/ akrab dengan mereka, memang mereka baik tapi entahlah..
"hey, apa kamu bisa gitar?" tanyaku kepada Azizah." ya, aku bisa " jawabnya. "ohya? mau ga ngajarin aku main gitar , aku ga bisa kunci B dan F? "."datang aja ke rumahku " Azizah tersenyum kepadaku. "Ah rumah mu itu jauh,zi". "haha iya deh". "ohya, apa kamu bisa biola juga?" tanyaku lagi. "ya"jawabnya."maukah kamu mengajarkanku beserta sahabatku bermain biola? sahabatku ingin sekali bisa memainkannya tapi nanti mau beli dulu katanya" . "boleh aja".
Jika mengingat tentang biola , aku terngat kepada salahsatu sahabatku, Dilla yang sangat ingin bisa bermain biola. Dia bertekad keras mengumpulkan uang untuk membeli biola. "emangnya kamu bisa alat musik apa aja?" tanyaku lagi." aku bisa piano,gitar,dan biola "jawabnya. "wah.. hebat!! tau ga kamu fur elise itu musik favoritku loh ?" ." ya aku juga suka". "kok kita bisa samaan ya?! kamu lahir taun berapa?". "aku taun 97, kamu?" . "Aku juga, bulan apa ? aku Oktober" ."aku juga oktober ,iyaya bisa saman gitu haha". "tapi beda mama sama bapa ya?! haha" . Begitulah saat aku bercanda riang bersamanya , seru dan mempunyai banyak kesamaan ...
*****
Aku selalu merasa bahwa Azizah adalah sahabat baruku . Dan aku menjadi lupa tentang semuanya termasuk Dilla dan Wulan. Sampai suatu ketika...
"Hy.. Dil!" aku menyapa Dilla saat akan mengikuti upacara bendera, saat itu juga aku masih bersama Azizah. "hai." jawab Dilla singkat. Aku merasa Dilla hari ini sangat berbeda, dari jawabannya juga sudah kedengaran jutek , Dilla kalau aku sapa dia itu sangat riang dengan suara Toanya yang bisa menggemparkan dunia. "kamu lagi galau ya? banyak pikiran? raut mukamu ga hepi banget "tanyaku sambil menyubit lengannya. "ga papa." jawabnya singkat dan ga ngaruh juga tuh cubitan, biasanya kalau aku cubit dia pasti nyubit balik, pipi aku maksudnya. "Oh ya udah terserah deh" jawabku kalem, karena aku tak terbiasa dengan orang yang jawabnya jutek,apalagi juteknya Dilla .
Aku sejajar dengan Azizah serta Wulan. Wulan menghadapku dan kelihatannya dia akan memulai curhatannya "Da.." ."ya..?". "tau ga si... emh" Wulan memutus kata-kata yang akan diucapkannya lalu menoleh ke arah Azizah yang sedang mendengarkan kami . "ga jadi deh" jawab Wulan dan langsung terdiam. "loh kok? ayo lanjutin" kataku. "ga" jawab wulan. Akupun mengabaikannya sama seperti Dilla tadi. Dan aku tak terlalu memikirkannya. Enjoy
Waktu demi waktu , Akhirnya jam istirahat. Aku mengajak Azizah Jajan ke kantin bersama Wulan.Diperjalanan aku bertemu dengan Dilla, Namun Dilla tak menghiraukan ku dia langsung masuk ke kelas, padahal dia melihatku dan tak menyapaku seperti biasanya. Dan aku pun tak menghiraukannya. Setelah jajan kami memutuskan pergi ke kelas lagi, tiba-tiba "Tolong dong pegangin punya aku mau ke WC dulu" Azizah menitipkan makannannya kepadaku dan dia langsung lari ke WC yang dekat dengan kantin. Mau tak mau aku harus menunggu Azizah kembali , tak lama dia muncul juga. lalu kami pergi ke kelas bersama-sama. Setelah Istirahat , Lalu mata pelajaran selanjutnya B.indonesia. Istirahat kedua Solat Dzuhur. Pelajaran selanjutnya Lalu pulang.
Keesokan harinya
Pagi-pagi sekali aku berangkat sekolah,dan suasana sekolah masih sangat sepi. Aku melihat Dilla dari kejauhan ,dan Dilla pun melihatku.Aku sengaja tak menyapanya, ingin dia menyapaku , dan sampai aku tiba di depan kelas dia ak menghiraukanku ,dan tak menyapaku. Hari ini Dia sangat cuek, entah kenapa. Aku merasa tak punya salah kepadanya apa mungkin dia akan membuat kejutan lagi untukku seperti bulan lalu. Mungkin. Akupun tak menghiraukannya pula , aku langsung masuk ke kelas. Setelah aku menyimpan tas, membuka jaket, dan mengisi Agenda kelas, aku keluar kelas ,dan rupanya Wulan sudah datang dan dia sedang berbincang-bincang dengan Dilla. Aku pura-pura mencuci tanganku, dan ternyata Dilla dan Wulan menyapaku serta mengajakku mengobrol. Aku mulai berkata" Naah.. Rupa kamu lagi jailnya sama aku , tadi kamu ga nyapa aku, ga biasanya haha". Dilla hanya tersenyum . Tak lama terdengar suara Bel masuk , aku dan Wulan masuk kekelas begitupun Dilla.
Pelajaran pertama adalah matematika. Ya, kali ini aku tak merasa kesulitan mengisi soal matem yang baru diterangkan oleh guruku. namun di tengah-tengah soal ada saja soal yang menyulitkanku. Lalu duduklah Azizah dan mengerjakannya bersama denganku. Kulihat Azizah sangat fokus mengisi soal, padahal teman-temanku yang lain melihat ke teman lainnya. Kupikir dia benar, dia adalah anak yang berprestasi dia kan pernah juara di olimpiade ,lihat saja dia sangat fokus mengisi soal matematika. Juga jika ada yang tidak ia mengerti dia tak sungkan menanyakan pada seseorang. Ya kalau aku sih hehe gitu deh , ngerti sih cuma kalo sudah ketemu soal sulit , yasudah :D. Dan blalalala Waktu istirahat tiba.. Kali ini aku tak melihat batang hidungnya Dilla , mungkin dia ada di kelas. Seperti biasa aku bersama Wulan dan Azizah. Nah pada istirahaat ke dua aku bertemu dengan Dilla. kali ini aku yang menyapanya "hai Dilla!!" "hai " Jawabnya jutek lagi. Lalu aku menyilahkan Azizah pergi kekelas duluan , dan aku akan memulai perbincangan serius dengan Dilla yang akhir-akhir ini dia sangat berbeda.
"Kau kenapa? akhir-akhir ini kamu sangat berbeda'' tanyaku." Emangnya kamu ga ngerasa?". "emang apa ? sumpah aku ga ngerti".aku benar-benar ga mengerti ucapan Dilla, aku tak menyakiti perasaan dia akhir-akhir ini. "sini deh" dia mengajakku duduk dibangku dan memulai berbincangan lagi "apa sih ga ngerti ?!". "Kamu itu udah beda banget" jawab Dilla. "Aku beda apa ? aku masih diriku yang dulu kok'' aku semakin heran. "Kamu itu udah beda banget sama aku dan wulan. "."Oh jadi ini gara-gara azizah?". "Aku ga nyalahin dia, cuma jangan sampai kamu lupa sama kami. Tau ga Wulan itu dari dulu pengen curhat ke kamu tapi kamunya sama azizah mulu. jadi dia merasa canggung . Wulan itu udah merasa nyaman curhat sama kamu. "."Ya gimana lagi, dianya selalu jadi ekorku selama ini, kemana-mana aku pergi dia selalu ikutin aku, aku ga tau harus gimana. Oke deh aku bakal cuekin dia. dan aku akan membuat dia beradaptasi dengan yang lainya" . "yasudah itu terserah kamu ya, pokoknya kamu sangat beda. jujur tadi pagi itu aku merasa ga mau liat wajah kamu. karena kamu yang dulu jauh sekali dengan sekarang, kamu yang suka bersama dengan Wulan, sekarang kamu dengan Azizah lalu Wulan di abaikan. Kau egois!" Kata-kata yang Dilla ucapkan benar , kenapa aku bisa melupakan sahabat-sahabatku dulu yang sellau ada bagiku, batinku sangat sakit mendengar ucapan Dilla ."jadi aku harus gimana? taukan dia itu ekor aku kemana-mana ikut" Lalu datanglah Azizah menghampiri ku "mau ke kelas ga?" katanya.dan aku langsung bilang '' Ga , aku lagi ngobrol sama Dilla, kamu ke kelas aja" . Lalu Azizah pergi. "Kamu lihatkan dia itu seperti begitu, kepo pula. Maaf kalo aku berbeda sama kalian. padahal aku ga bermaksud seperti itu.Dan aku juga ga punya niat untuk nyakitin hati perasaan sahabatku sendiri. orangtua ku bilang aku juga sudah berbeda, dan sekarang aku dikatakan berbeda oleh sahabatku sendiri" lalu jatuhlah air mataku membasahi pipiku begitupun Dilla matanya berkaca-kaca ,dan keluar air mata. "Ahh aku , ini apa ? Aku ga nangiskan? Ngapain kamu nangis hihi " aku menyusut air mataku dengan baju dan aku juga menyusut air mata Dilla "Lah kamu yang cengeng , aku engga ey haha" canda Dilla sambil menyusut airmatanya. "ya begitulah aku ga mau nyakitin dan ga punya niat untuk nyakitin seseorang,udah jangan nagis lu cengeng haha" dan disanalah aku bercanda tertawa lagi dengan Dilla Walaupun mengeluarkan air mata. Tiba-tiba datanglah Wulan, dia menyapa kami yang sedikit kelihatan air mata, "hai kal.." Wulan tak melanjutkan ucapannya karena aku langsung memeluk Wulan dengan erat. "Wulaaannn .. maafin aku , aku udah egois sama kamu, aku lupa sama kamu gara-gara orang lain. aku juga jadi lupa sama Dilla .. maafin aku ya?!" sambil memeluk Wulan tangisanku pecah, Dillla lagi-lagi mengeluarkan air mata " Eh.. eh aduh iya aku maafin, ih cengeng" canda Wulan. aku hanya senyum kecut karena diejek oleh Wulan." iya deh aku janji ga akan egois lagi. maafin ya?? makasih kalian udah ngingetin aku, kalo ga karena kalian siapa lagi " . "iya di maafin ko " kata Wulan. Terdengar bel istirahat selesai , aku merasa mataku sangat sipit karena tadi mengeluarkan air mata. "mata aku ?" Aku bertanya pada Wulan. "iya mata kamu keliatan banget abis nangis" jawab Wulan. Langsung aku membasuh mataku dengan air dan menutupi sebagian wajahku dengan kerudung. tetap aja keliatan teman-teman yang lain. "itu matanya habis nangis ya? kenapa" tanya salah seorang temanku. "ah ..engga ga papa ko hehe" aku menyembunyikan wajaku karena malu.untung sekarang pelajarannya nyantai , jadi bisa tidur-tiduran di bangku. Ya begitulah kalau aku sudah menangis bawaannya itu ngantuk. Dan aku sudah merasa lega karena masalah ini telah selesai.Kadang aku merasa menyesal kenal dengan Azizah. Tapi ya memang itu salah ku juga dengan sifat egoisanku, aku lupa akan sahabat-sahabatku. Aku ingin Azizah bisa beradaptasi dengan yang lainnya.Untung saja persahabatanku tak putus,karena masalah telah diselesaikan bersama .Terimakasih sahabat :)
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar