Pagi yang cerah ,kuhirup udara
segar di halaman sekolahku yang hijau. Pohon – pohon yang rindang seakan-akan
mereka tersenyum kepadaku dan mengucapkan “selamat pagi”. Aku telah sampai disekolah dan tak pernah
terlambat datang . Bisa – bisa namaku dituliskan di buku hitam karena aku
terlambat datang. Walaupun dari rumahku pukul 06.30,dengan menggendarai sepeda
motor hanya memerlukan waktu 20 menit. Karena jarak sekolahku dari rumah
lumayan dekat.
Seperti biasanya , kelasku masih
dalam keadaan kosong. Mereka selalu datang
10 menit sebelum bel masuk . Mungkin mereka pikir, rumah-rumah mereka
dekat atau ada yang “nongkrong” dulu
di tempat-tempat tertentu. Lalu, aku mengambil pulpen dari tasku dan menuliskan
jadwal pelajaran hari ini di buku agenda . Aku bukan seorang sekretaris , aku
wakil pengabsen . Maka, aku menulis
agenda. Sedangkan pengabsen 1 hanya menulis daftar hadir . Saat ku sedang
menulis, hadirlah satu persatu teman yang datang ke kelas. Dugaan ku benar 10
menit sebelum bel masuk mereka telah berdatangan, walau tak sedikit mereka yang
dating 5 menit sebelum bel masuk . Nekat sekali mereka, aku tak berani 5 menit sebelum bel masuk kesekolah . Karena,
bapak dan ibu guru serta BK telah “stay”
di depan gerbang. Apalagi selalu ada
mobil yang keluar masuk ,sehingga itu menyebakan kemacetan di sekitar gerbang
sekolah . Alhasil mereka yang mengendarai motor harus mundur beberapa langkah
,apalagi pejalan kaki harus mengalah juga . yaah begitulah
“ Ada Ella ? hey El, sini aku ada
perlu !” teriak seseorang didekat pintu kelasku ,dia adalah Dila Sahabatku. “
iya sebentar “. Lalu, kusimpan pulpen kedalam tas,dan langsung menemui
sahabatku dihalaman sekolah.
“ Ada apa ? , kamu kangen ya?
Lama kita ga ketemu “ kataku ambil
mencolek bahu Dila . “ Hih ke ge-eran “ jawab Dilla sambil mencubitku . “Hahaha
iya deh aku kangen cerita sama kamu “ .
“ Tuh kan munafik banget kamu Hahaha , iya aku juga . mau cerita apa ? “ . “
banyaak banget yang ingin aku bicarakan
sama kamu , mungkin waktunya ga akan cukup kalo sekarang “. “jadi bagaimana ,
intinya saja deh ? “ kataku kepo
. “ intinya sih aku ketemu sama kak Sam. Hehhe “ jawabnya
sambil cengengesan . “huh dasar “ aku
mencubit tangan Dilla . “Ih kamu sakit “ rengek Dilla . “Haha aku kangen cubit
kamu “ jawabku sambil lari ke kelas karena bel masuk telah berbunyi .
Setelah tiba dikelas, sahabatku
Wulan datang menghampiriku dengan wajah yang ceria sepertinya dia sedang
gembira “ Ellaaaa tauu gaaa ? “ kata
Wulan setengah berteriak , padahal bangku Wulan dengan bangku ku tak jauh .
Bangkunya ada didepan ku . “ Apaan sih
? lagi gembira ya ? “ tanyaku. “ Emang
hehehe , hari ini aku mau nge-date sama
Fauzan . padahal kemarin , aku sempet berantem gara-gara salah paham,
terus tadi pagi baikan lagi ,terus dia ngajak aku pulang bareng ,terus ngajak
nge-date , terus… “ cerocos Wulan yang dari tadi bilang terus-terusan . “ terus
apa ? dari tadi kamu bilangnya terus aja . “
aku memotong pembicaraan Wulan “ Iya makanya kamu jangan motong
pembicaraan , terus.. oiya terus.. hari ini hujan ga ya ?” Wulan sepertinya memikirkan apakah hari
ini hujan atau tidak . Dia terlihat sangat serius tak seperti biasanya yang
selalu pikirannya lurus selurus jalan tol . “kalo hujan so sweet kan ? “ iya sih
tapi nanti baju aku basah besok aku pake baju apa coba ? “ . “ya resiko
,namanya juga hujan , kan air hahaha “ goda ku . “Ah kamu ya ! huuu “ Lagi –
lagi kebiasaan dia itu mencubit pipi orang termasuk aku . “Aww .. iya iya .
Eh.. eh ada guru tuh “ bisik ku kepada Wulan . Semua member salam kepada guru
jam pelajaran pertama yaitu Matematika .
Sebenernya, aku dari SMP kurang
suka matematika . Entah kenapa, dan apa asal penyebabnya mungkin itu membuat
aku pusing . padahal matematika itu simple , hanya butuh memahaminya saja .
Walaupun ,aku kurang menyukai pelajaran tersebut , tapi aku menghargai setiap
guru itu menerangkan. Nah, ketika diberi soal , inilah kadang aku kesulitan
mengisi . Terutama, pada tengah tengah soal . Nomer awal bisa , kesana nya
kadang sulit . Begitulah ..
Ketika sedang mengisi soal,
tiba-tiba datang stap TU ke kelasku . Beliau tidak sendirian , ada anak
seumuranku mengekorinya. Ternyata, dia adalah anak baru dari kota seberang.
Namanya Azizah. Keliatannya sih
biasa-biasa aja. Lalu dia duduk dibangku paling belakang , bersama The Dzohits . Mereka adalah penghuni bangku belakang yang
selalu narsis dan eksis ,serta ratu
cermin. Namun, dibalik itu semua kecerdasan mereka bisa dibilang lumayan , yah
walaupun suka copy-paste mereka selalu menghargai guru. Murid baru itu
ditemani oleh The Dzohits , diajari rumus matematika . Seolah –olah
mereka adalah guru . Aku sendiri tertarik juga untuk bisa dekat dengannya .
Namun, tak ada waktu . Kelihatannya dia sedang berbagi pengalaman dengan The Dzohits .
bersambung...
bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar